SSIAGA TRANS
Senin, 13 Juni 2016

Info GTK Ditutup dan Tanggapan GTK di Sosmed

Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, Info GTK hanya ditujukan untuk melayani jenjang dikdas, namun untuk tahun ini Info GTK melingkupi jenjang Paud dan juga Dikmen. Data yang terkirim dari aplikasi dapodik sebagian informasi datanya terjaring ke Info GTK sebagai syarat penerbitan SKTP atau SK bayar bagi PTK yang bersertifikat.

Kekeliruan data yang selalu ditemukan sehingga menyebabkan data tidak valid adalah kesalahan penginputan NUPTK, Bidang Studi yang diampu tidak sejalan dengan sertifikasi yang dilulusi, Penginputan SK Tugas Tambahan, Diklat yang mendukung Tugas Tambahan, dan juga pengisian JJM ke dalam rombel kelas melewati batas maksimal yang diberikan.

Kesalahan-kesalahan pendataan sampai pada kesalahan informasi yang diterima oleh sebagian PTK, sehingga sebagiannya memberikan arahan agar mendatangi pusat mempertanyakan ketidaklogisan Info GTK dalam menyaring data.

Dari kesalahan-kesalahan yang ada, Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen Guru dan Tendik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yakni Pak Tagor Alamsyah Harahap akhirnya memberikan pernyataan di sosmed bahwa Info GTK kami tutup dengan alasan "guru yg mengirim datanya hanya mengandalkan info gtk satu satunya alat untuk melihat status data sehingga peran guru wajib mengontrol datanya ditingkat sekolah tdk dilakukan. merasa data sudah benar padahal salah sehingga jika sktp tdk terbit yg dipersalahkan adalah info gtk tanpa tau sebenarnya data yg dikirim salah. Contoh kemarin ada guru isi nuptk salah sehingga sk tdk terbit karena saat sertifikasi nuptknya bukan itu. Ini sangat jelas tdk akan nyambung. Lalu yg dipersalahkan adalah info ptk karena tdk bisa menampilkan data kelulusannya. Dgn demikian kami minta masing2 harus memastikan datanya sendiri harus benar sebelum menyalahkan pihak lain. Dan info ptk sebagai alat bantu kami turup dan digantikan dgn proses cek and recek setiap field saat entri dapodik sehingga yg lolos adalah data yg sudah benar. Mohon dinas pendidikannya juga ikut mengingatkan para guru agar mengecek datanya sebelum dikirim."



Info GTK yang merasa disalahkan tidak mampu membendungi kritikan, akhirnya mengambil keputusan untuk menutup Info GTK. Lalu bagaimana dengan Operator yang juga selalu disalahkan? Jika Info GTK saja mengeluh sampai seperti ini, maka sudah sepantasnya Operator harus lebih diperhatikan nasibnya, karena setiap saat selalu disalahkan.

Lalu apa tanggapan GTK di sosmed?

Berikut cuplikannya :
oleh bu Dwi Nopyanti Puji Asrini : "Seringkali ngecek info GTK juga nggak dilakukan,operator yg input data, operator yg ngecek di info GTK"

dan oleh pak Guntur Halilintar : "guru seharusnya mengontrol datanya di Info GTK, bagaimana guru yg penempatan terpencil dan tdk memiliki jaringan untuk itu pak, apakah ada pengecualian untuk mereka, ini pengalaman kami di SM-3T, jika kami bisa mengusulkan tolong di buat operator kabupaten yg mengurusi beberapa guru yg tdk memiliki akses internet, berikan mereka tugas untuk memudahkan guru itu mengontrol Info GTK nya. Terima kasih......."


Selebihnya anda juga bisa melihat beberapa cuplikan komentar di bawah:
Ade Handie : "sblmnya maaf pak tagor alamsyah harahap...  ad PTK ngecek info GTK dan data sertifikasinya valid bhkan nomer SK sdah tertera.. tp smp saat ini blm jg cair dananya... "

Tyo Tam Y : "memang sdh seharusny begitu.... Guru aktif ngecek datany sndr didspodik... "

Ady Nurhandono : "indonesia blm siap online. Jng dipaksakan yg ad hny akan saling menyalahkan, yg atas menyalahkan yg bwah sedangkan yg bwah sja tidak pernah dberi sosialisasi begitupun sebaliknya. Tinggal turu wae drpada mumet" 

Sukma : "Pa Tagor mungkin belum tahu apa yg terjadi di lapangan"


Ide Anastiti : Menurut saya pak, seblum ada solusi yang lebih baik jng di tutup dlu.....info gtk kan penting untuk mengecek ke validan data, nanti bgmn ops bsa tau jika terjadi kesalahan atau tdk, tau2 tunjangan pada gak cair...hadewwwhhhh bisa sakit nanti ops pak. Mohon di mengerti. 
>> Replay pak Tagor Alamsyah Harahap : "Selama guru tidak diarahkan datang kepusat akan kami pertimbangkan untuk dibuka. Banyak dinas hanya cari jalan pintas meminta guru kepusat untuk memperbaiki data. Padahal kita sudah sering melakukan sosialisasi ke kab kota bahkan ke ops untuk bisa menyelesaikan permasalahan guru dikab kota. Ini juga akibat seringnya dinas mengganti operator yg sudah paham dgn yg baru tanpa ada proses alih ilmu. Info ptk hanya alat dan tanpa info ptk bisa dilakukan validasi disekolah"
 >> Replay Lenny Agt : "Maaf pk, sy rajin cek data d gtk, tp klo ad data msh slh sy minta perbaikan k ops, ops ny udh mrh dluan dan klo suruh perbaiki cm bilang iya, iya tp gk cpt d kerjakan, trs guru hrs gimnana pak pasword dapodik jg hny ops kn yg tau "

Di sini ada juga yang cari dasar hukum, lalu Pak Tagor menyelanya dengan tidak perlu aturan hukum untuk menutup Info GTK.


Komentar yang bagus untuk pak Ganda Katiau, Kah Ono dan Yayat Surya. Pak Rolan juga nigh kayaknya sudah terbawa emosi.


Sama-sama juga, sudah habis kesabaran...


Ada juga yang ngerasain manfaat dari adanya Info GTK, dan ada juga yang membanding-bandingkan guru PNS senior dengan guru PNS yang baru ...


Apakah menutup Info GTK merupakan solusi ?


Dua orang ini memanfaatkan keadaan, dan jika dilihat realitanya memang seharusnya. Dibandingkan dengan Kemdikbud yang selalu mendapat kritik sudah sewajarnya sebab mereka yang mengeluarkan aturan. Namun sebagai Operator yang setiap saatnya selalu mendapatkan kritikan dari data yang dikirimnya selalu salah hanyalah korban jika nasibnya juga tidak diperhatikan, sebab merekalah tangan kanan kemdikbud di masing-masing sekolah.


Semoga situasi ini semakin memberikan dampak positif untuk bisa lebih maju lagi meningkatkan kualitas pendataan pendidikan kita.